Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

PUISI SUAMI YANG MINTA IZIN POLIGAMI

Istriku,
jika engkau bumi, akulah matahari
aku menyinari kamu
kamu mengharapkan aku
ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
lantas aku ingat satu hal
bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain
yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah...


Balasan Puisi sang istri ...

Suamiku,
bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet
yg pernah TUHAN ciptakan
karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran
dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
TAPIIIIIIII..
bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
karna kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita,
di tengah remang-remang pencahayaanmu
yg telah aku mengerti
utk tetap menguak mata
coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin?
Please deh .....

Milis idakrisnashow

Rabu, 09 Februari 2011

MUNAJAT CINTA

YA ALLAH?
Aku Mohon KepadaMU CintaMU?
Cinta Siapa Saja Yang MenCintaiMU?
Cinta Apa Saja Yang Mendekatkanku Kepada CintaMU..
Jadikanlah CintaMU Lebih Berharga Bagiku
Daripada Air Dingin Bagi Orang Yang Kehausan?

YA ALLAH?
Jadikanlah Aku MencintaiMU Dengan Sepenuh Hati?
Selalu Mencari RidhaMU Dengan Upaya Maksimalku?

YA ALLAH?
Jadikanlah Semua Cintaku Hanya UntukMU?
Semua Usahaku Hanya Untuk Meraih RidhaMU?

YA ALLAH?
Hidupkan Aku Dengan CintaMU?
Matikan Aku Dengan CintaMU?
Bangkitkan Aku Dengan CintaMU?
CintaMU Bagiku Adalah Segala-galanya?

Oh Rabbi?
Jika Cintaku Kau Ciptakan Untuk Dia
Tabahkan Hatinya
Teguhkan Imannya
Sucikan Cintanya
Lembutkan Rindunya

Rabbi....
Jika Hatiku Kau ciptakan Untuk Dia
Penuhi Hatinya Dengan KasihMU
Terangi Langkahnya Dengan CahayaMU
Bisikkan Kedamaian Dalam Kegalauan
Temani Dia Dalam Kesepian

Rabbi...
Kutitipkan Cintaku PadaMU Untuknya
Resapkan Rinduku Pada Rindunya
Mekarkan Cintaku Bersama Cintanya
Satukan Hidupku Dan Hidupnya
Dalam CintaMU?
Sebab, Sungguh Aku Mencintainya KarenaMU...


Published by Abdullah Hadrami [abdullah] on 2008/6/6 (8071 reads)





Senin, 07 Februari 2011

APA BEDA PEMENANG DAN PECUNDANG ??? by. Isa Alamsyah

Pemenang melakukan apa yang harus dilakukan,
Pecundang melakukan apa yang suka dilakukan.

Pemenang jadi bagian dari jawaban,
Pecundang jadi bagian dari masalah.

Pemenang membuat masalah besar menjadi kecil,
Pecundang membuat masalah kecil menjadi besar.

Pemenang mengeci-lngecilkan masalah besar,
Pecundang membesarbesarkan masalah kecil.

Pemenang melihat jawaban dalam setiap masalah,
Pecundang melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang melihat peluang dalam setiap permasalahan,
Pecundang melihat permasalahan dalam setiap peluang.

Pemenang melihat hal yang mungkin dalam setiap kemustahilan,
Pecundang melihat hal yang mustahil dalam setiap kemungkinan.

Pemenang berkata, "Itu memang sulit, tapi mungkin bisa",
Pecundang berkata, "Itu mungkin bisa, tapi memang sulit".

Pemenang berkata, "Gampang-gampang susah!",
Pecundang berkata, "Susah-susah gampang!" (susahnya dua kali).

Pemenang berpikir, kalau bisa dipermudah kena harus dipersulit?,
Pecundang bilang, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah? (jadi inget birokrasi).

Pemenang berpikir, bagaimana bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk orang/ lembaga/ klien yang membayar saya,
Pecundang berpikir, bagaimana orang/ lembaga/ klien bisa melayani saya dengan pembayaran sebaik mungkin.

Pemenang berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya",
Pecundang berkata, "Itu bukan pekerjaan saya".

Pemenang membuat komitmen-komitmen,
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang berani ambil resiko sekalipun dengan tanggung sendiri akibatnya,
Pecundang berani ambil resiko sepanjang ditanggung orang lain akibatnya.

Pemenang membuat rencana untuk menghindari bencana,
Pecundang membuat bencana karena menghindari rencana.

Pemenang selalu mengutamakan rencana untuk berhasil,
Pecundang selalu menyiapkan rencana bagaimana kalau gagal.

Pemenang membuat sesuatu terjadi,
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Pemenang selalu mengakui kesalahan,
Pecundang selalu mencari siapa yang disalahkan.

Pemenang selalu memperbaiki diri,
Pecundang selalu merasa dirinya baik.

Pemenang belajar dari kegagalan,
Pecundang gagal dari pembelajaran.

Pemenang belajar dari masa lalu,
Pecundang trauma atas masa lalu.

Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu",
Pecundang berkata, "Seseorang harus melakukan sesuatu".

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win solution),
Pecundang percaya, jika ingin menang, orang lain harus kalah.

Pemenang seperti thermostat (mengatur suhu),
Pecundang seperti thermometer (Sekedar mencatat suhu).

Pemenang menggunakan argumentasi kuat dengan kata2 yang lunak,
Pecundang menggunakan argumentasi lemah dengan kata2 yang keras.

Pemenang berpegang teguh pada visi tapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh,
Pecundang bersikeras pada hal-hal remeh tapi bersedia mengkompromikan visi.

Pemenang berempati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda",
Pecundang berfilosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".

Pemenang merasa sukses adalah perjalanan,
Pecundang merasa sukses adalah tujuan.

Pertanyan yang paling penting adalah;Apakah Anda pemenang atau pecundang?Renungkan!

Ide insppired by message from Irfan Aulia Trust Community
Kiriman dari sahabat yg selalu bijaksana Sumaryanti Heni
Terima kasih sudah menjadi seorang sabahat yg baik...
Aq mencintaimu karena Allah....

AJARKAN KAMI ARTI IKHLAS

Robbana..
Ajarkan kami arti ikhlas
Saat kenyataan tak seindah harapan

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat usaha yang telah dilakukan
Berbuah kepahitan

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat tak mampu melakukan segalanya sendiri
Tak ada lagi yang menemani

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat kami terjatuh
Namun yang lain menjauh

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat semua yang kami lakukan
Tidak cukup bernilai di hadapan mereka

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat gurat lelah di wajah kami
Tidak cukup menghapus tuntutan mereka

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat semua perlakuan mereka
Melunturkan rasa percaya kami

Ajarkan kami arti ikhlas
Saat senyum kami
Tak mampu lagi menutupi kesedihan di hati

Kami hanya ingin berada di sini karena-Mu
Dan hanya karena-Mu