Tampilkan postingan dengan label Majalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majalah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

BERMESRAAN, BERPAHALA & MENGHAPUS DOSA

"Kemesraan hubungan suami istri tentunya merupakan dambaan setiap keluarga. Kemesraan bukan hanya ada pada saat suami istri melakukan hubungan seksual (jima') saja, akan tetapi ada banyak hal yang dapat menjadikan hubungan suami istri mesra dan harmoni."

Hal ini terkadang tidak disadari, sehingga jarang dilakukan secara sadar untuk menjaga kemesraan tersebut. Padahal bila dilakukan dengan niat yang benar dapat menambah kemesraan, mendapat pahala dan sekaligus dapat menghapus dosa-dosa.

Kita sebagai muslim patut bersyukur, karena Rasululloh SAW sebagai uswah terbaik kita telah memberikan tuntunan yang lengkap termasuk dalam hal menjaga kemesraan hubungan suami istri. Dengan demikian kita tidak perlu mencari-cari sumber lain yang kadang justeru menjerumuskan ke dalam hal-hal yang melanggar syari'at. Beberapa hal yang dituntunkan Rasululloh SAW dalam menjaga kemesraan hubungan suami istri, antara lain :

A. BERGANDENGAN TANGAN

Bergandengan tangan (saling memegang tangan) nampaknya merupakan hal sepele yang kadang dilupakan oleh pasangan suami istri. Padahal bila ini dilakukan dengan lemah lembut dan perasaan kasih sayang yang mendalam, merupakan satu hal yang dapat menjadikan suasana semakin mesra bagi pasangan tersebut. Ini sangat bermanfaat jika sebelumnya ada hal-hal yang kurang mengenakkan, sehingga untuk membicarakannya perlu suasana yang tenang dan penuh kasih sayang.

Yang lebih penting lagi, bila dilakukan dengan niat untuk mencari keridhoan Alloh, ketika seorang suami memegang tangan istrinya dengan penuh kasih sayang, dosa-dosa mereka akan keluar melalui celah-celah jari tangan mereka, seperti yang diriwayatkan dalam hadits dari Abu Sa'id.

Ada perkataan bijak yang perlu dipertimbangkan setiap pasutri : "Sungguh bila seorang suami memandang istrinya (dengan rasa kasih sayang) dan istrinya juga memandang suaminya (dengan rasa kasih sayang), maka Alloh akan memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Dan bila suami memegang tapak tangan istrinya, maka dosa-dosa mereka keluar dari celah-celah jari mereka."

B. MEMBELAI

Hal yang kedua yang dicontohkan Rasululloh SAW, yang menambah kemesraan hubungan suami istri adalah membelai. Dengan belaian yang lembut penuh kasih sayang dari suaminya, seorang istri akan merasakan ketenangan batin, sehingga hal ini dapat menjadikan dia semakin sayang kepada suaminya. Hal ini dilakukan Rasululloh SAW kepada para istrinya, sekalipun beliau belum akan mencampurinya. Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat :

"Rasululloh SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam disitu. " (HR. Abu Dawud).

Hal ini kadang tidak dilakukan oleh pasangan suami istri, karena mungkin dinilai memperlakukan istri seperti kanak-kanak, atau memang belum mengetahui bahwa hal ini sebenarnya diperlukan istri untuk menunjukkan kasih sayangnya.

C.MENCIUM

Ada cara lain untuk menciptakan suasana kemesraan suami istri yang juga dicontohkan Rasululloh SAW, diantaranya adalah beliau mencium istrinya sekalipun ia sedang berpuasa. Berciuman merupakan cara sederhana dan mudah dilakukan untuk tetap menjaga kemesraan suami istri.

Berciuman tidak hanya dilakukan ketika akan melakukan hubungan seksual. Hal ini baik juga dilakukan pada saat terlarang untuk berhubungan seksual. Misalnya ketika sedang berpuasa dan saat istri sedang haid atau nifas. Pada saat-saat itu kemesraan tetap harus dijaga. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya :

Dari Umar bin Abu Salamah, sungguh ia pernah bertanya kepada Rasululloh SAW : "Apakah seorang yang berpuasa boleh mencium?" Beliau menjawab : "Tanyakan kepada orang ini (maksudnya Ummu Salamah)." Lalu (Ummu Salamah) memberitahukan bahwa Rasululloh sering berbuat begitu." (HR. Muslim).

Dalam beberapa riwayat lain juga dijelaskan bahwa Rasululloh SAW pernah mencium istrinya setelah beliau berwudhu sebelum menjalankan sholat.

D. TIDUR SERANJANG

Jika suami istri tidur seranjang, tentunya lebih banyak hal yang dilakukan dalam bermesraan. Dengan tidur satu ranjang memungkinkan mereka saling berdekapan dan berpelukan. Hal ini menjadikan keduanya merasa tentram dan tenang. Hal ini juga dapat menjadi wahana hiburan atau penyegaran setelah melakukan tugas rutin sehari-hari.

Mengingat pentingnya tidur seranjang ini, maka Rasululloh SAW mencontohkan bahwa, beliau tetap tidur seranjang dengan istrinya sekalipun istrinya sedang haidh, seperti diceritakan pada sebuah hadits :

Dari Aisyah ra, ujarnya : "Rasululloh SAW dahulu biasa menyuruh kami berkain, lalu beliau sentuhkan dirinya padaku, padahal saya sedang haidh." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya seorang istri yang tidak bersedia tidur seranjang akan mendapat laknat malaikat, sebagaiman sabda Rasululloh SAW pada hadits berikut :

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasululloh SAW pernah bersabda : "Jika seorang istri semalaman tidur memisahkan diri dengan suaminya, maka malaikat melaknatnya hingga shubuh." (HR. Bukhari).

E. MANDI BERSAMA

Mandi bersama juga merupakan hal penting untuk menjaga kemesraan suami istri. Mandi bersama dapat menjadikan hiburan yang menyenangkan sekaligus menyegarkan. Rasululloh SAW sebagai tauladan kita juga mencontohkan mandi bersama istrinya, sebagaimana diriwayatkan pada hadits berikut :

Dari Aisyah ra, ia berkata : "Aku biasa mandi bersama Rasululloh SAW dalam satu tempat mandi. Antara tanganku dan tangan beliau saling bergantian mengambil air, tetapi beliau mendahului aku, sehingga aku berkata : 'Sisakan untukku, sisakan untukku'. Ketika itu kami sedang junub." (HR. Bukhari dan Muslim).

Di samping sebagai sarana menambah kemesraan hubungan suami istri, seorang istri yang memandikan suaminya dengan niat mencari ridho Alloh akan mendapatkan rahmat. Hal ini dijelaskan pada hadits berikut :

Dari Aisyah ra, ia berkata : "Rasululloh SAW pernah bersabda : 'Semoga Alloh merahmati suami yang dimandikan istrinya dan ditutup (kekurangan) akhlaqnya." (HR. Baihaqi).

Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menambah kemesraan hubungan suami istri sesuai dengan tuntunan Rasululloh SAW, dengan harapan kita mendapat pahala dan sekaligus dosa-dosa kita terampuni.

Sumber : Majalah NIKAH, oleh Abu Fath
Milis daarut-tauhiid - Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar

Sabtu, 09 April 2011

KIAT MENDIDIK ANAK AGAR GEMAR MENABUNG

Salah satu hal yang paling penting dalam mendidik anak adalah keteladanan dan lingkungan. Oleh karena itu untuk mendidik anak agar gemar menabung, otomatis diperlukan keteladanan dari lingkungan yang gemar menabung.

Untuk membangkitkan minat menabung pada diri anak, yaitu dengan cara:

1. Siapkan celengan dengan bentuk yang menarik dan unik
2. Bedakan warna setiap celengan sesuai warna favorit pemiliknya dan cantumkan nama pemiliknya, misalnya Abi, Ummi, Aa, Ade dengan huruf yang variatif.
3. Letakan celengan berdampingan ditempat yang mudah dilihat dan dijangkau.
4.Setiap pagi, setelah anak mendapat jatang uang saku. ayah atau ibu mendahului mengisi celengan di depan anak sambil berkata, "Wah celengan Abi sudah banyak nih isinya. Abi pasti jadi juara."
5.Celengan dibuka setiap akhir bulan dan dihitung jumlahnya bersama-sama.
6.Pemilik jumlah terbanyak, celengannya berhak menempati urutan paling kanan diikuti juara dua dan seterusnya.
7.Uang celengan boleh digunakan untuk membeli barang yang diinginkan tanpa ada tambahan dari orangtua.

Selain itu, ajarkan nilai uang pada anak agar ia tahu cara yang baik dan halal untuk mendapatkan uang sehingga ia dapat menghargai uang tanpa perlu memujanya. Buatlah Bank keluarga bagi anak-anak dengan mekanisme seperti halnya Bank yang sebenarnya, namun pasti ada bedanya yaitu ada pengawasan anda sebagai orangtua. Tetapi jangan ajarkan bahwa Bank adalah tempat satu-satunya untuk menabung.

Sebagai orangtua jangan lupa untuk mengajarkan pada anak-anak untuk menyumbang dan berbuat baik dari uangnya sendiri,Jangan lupa tanamkan juga pada anak untuk gemar bersedekah memberi kpd siapa saja yg membutuhkan, InsyaAlloh dg menanamkan gemar memberi / berbagi kpd orang lain akan tumbuh pd diri anak rasa syukur atas nikmat/keadaan dirinya, sosialitasnya akan tumbuh dg baik, tidak sombong, n menghargai sesama dan katakan bahwa dengan menyumbang berarti ia sudah menabung pahala yang bisa dinikmati dalam surga kelak. InsyaAllah.

Guna meningkatkan semangat menabung pada anak, orang tua boleh menawarkan hadiah yang diminta anak bila tabungannya dalam jangka waktu tertentu lebih banyak jumlahnya dari tabungan si kakak atau adiknya. Uang yang akan ditabungkan tidak harus langsung dari orang tua, dapat juga memberikan suatu tugas dan memberinya penghargaan dengan uang tapi dengan syarat ditabung. Hal ini sekaligus mengajarkan penghargaan atas suatu pekerjaan anak.

Sebaiknya, anak diberikan kebebasan untuk membeli barang atau benda apapun yang disukainya dengan catatan masih dalam kaidah kesopanan dan kepatutan usia anak. Ceritakan pula pengalaman orang-orang sukses dengan rajin menabung, bekerja dan banyak berdoa. Jadi jangan pernah bosan mengingatkan anak agar menyisihkan uang sakunya untuk dapat menabung.

Tulisan ini diambil dari Majalah Ummi, no. 9/XVI Januari - Februari 2005/1425 H

Minggu, 20 Februari 2011

Kasih Sayang Lebih Mulia dari Cinta

Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetaplah dingin, hanya suasana yang lebih indah mewarnainya

Di hadapan orang yang kau cinta,
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang engkau cinta
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cinta,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja


Jika orang yang kau cinta menangis,
Engkau pun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
Memang hatimu menangis namun kau hanya menghibur saja


Perasaan cinta di mulai dari mata,
Sedangkan rasa suka lebih dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
Cukup dengan menutup telingamu
Tapi bila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata
Dan terus bersemayam di hatimu dalam waktu yang tak singkat


Tetapi selain rasa suka dan cinta,
Ada perasaan yang jauh lebih dalam,
Yaitu rasa sayang.


Sayang yang hilang secepat cinta yang pergi,
Sayang yang tidak mudah berubah,
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban
Untuk orang yang kau sayangi
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi  


Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat
Orang yang disayanginya bahagia…walaupun harus kehilangan
Di kutip dari Majalah Karitas Edisi XXI/4-Juli 2005